Feri Kuntoro (36) meminta agar polisi segera mengusut laporannya terkait ‘pencurian’ pulsa akibat SMS konten. Ia berharap polisi segera mengambil tindakan untuk memanggil pihak-pihak terkait dalam kasus tersebut.

“Saya harap polisi bertindak cepat untuk buktikan laporan saya ini benar atau tidak. Silakan polisi melihat, apakah laporan saya bohong atau tidak karena saya sudah menyerahkan bukti rekapan ke polisi,” kata Feri saat dihubungi detikcom, Jumat (6/10/2011).

Feri juga berharap agar polisi segera menyelesaikan kasusnya secara profesional. Karena menurutnya, pengiriman SMS konten sangat meresahkan warga.

“Polisi butuh input dari masyarakat karena sudah banyak masyarakat yang mengeluh. Saya hanya berharap agar ini tidak merugikan masyarakat,” jelas Feri.

Feri juga mengharapkan agar Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) segera mengambil tindakan terkait hal itu. “Polisi dan Kemekominfo saya harapkan segera bertindak,” ujarnya.

Sementara itu, PT Colibri Networks sebagai penyedia layanan konten atau content provider (CP) 9133 yang melaporkan balik Feri ke Polres Jakarta Selatan dengan tuduhan pencemaran nama baik. Terkait laporan Colibri, Feri mengaku tidak mengkhawatirkannya.

“Khawatir nggak, lawyer saja juga sudah ngingetin saya, saya bukan bluffing, karena saya punya bukti rekapannya,” tegas Feri.

Feri juga mengatakan tidak bermaksud mencemarkan nama PT Colibri Networks dengan laporannya ke Polda Metro Jaya. Bahkan, Feri sendiri tidak pernah menyebutkan nama perusahaan penyedia konten ke media atau ke penyidik.

“Saya nggak pernah menyebut nama perusahaannya karena saya juga tidak tahu perusahaannya apa. Yang saya sebut hanya nomor 9133 dan saya cemarkan apaan, kan sudah ada buktinya rekapan itu. Kecuali saya nggak punya bukti,” paparnya.

Feri melanjutkan, laporan yang dia buat di Polda Metro Jaya juga baru sebatas dugaan. Dia sendiri tidak menginginkan SMS konten tersebut masuk ke handphone-nya.

“Ini kan baru dugaan karena yang saya sudah laporkan ke polisi adalah saya menerima SMS tersebut, meski saya tidak menginginkannya,” kata dia.

Bahkan, sebelum menempuh jalur hukum, ia sendiri telah melaporkannya ke Grapari. Bahkan, ia juga sudah berusaha untuk berhenti berlangganan dengan mengetik ‘Unreg’.

“Saya juga sudah melakukan unreg pada tanggal 24 Maret 2011, tapi selalu dapat jawaban ‘maaf sistem sedang bermasalah, silakan ulangi lagi’,” jelasnya.

Ia menyesalkan, ketika dia mencoba untuk melakukan ‘unreg’ pada bulan-bulan terakhir, tidak ada panduan untuk berhenti berlangganan dalam SMS konten yang masih ia terima hingga kemarin melapor ke Polda Metro Jaya.

Sumber Berita : http://www.detiknews.com/read/2011/10/07/214750/1739415/10/feri-minta-polisi-segera-usut-laporannya-soal-pencurian-pulsa?nd992203605